Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik.
“Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam intraksi dengan lingkungannya.” (Slameto, 2003:2).
Keberhasilan dalam proses belajar mengajar tidak terlepas dari kesiapan peserta didik dan kesiapan pengajar (guru). Peserta didik dituntut mempunyai motivasi dan minat terhadap pelajaran matematika. Demikian pula pengajar dituntut menguasai materi yang akan diajarkan serta mampu menarik minat siswa untuk belajar. Tapi kenyataannya, sekarang ini motivasi dan minat belajar matematika siswa masih kurang.
Mappaita Muhkal (1998:35) motivasi sebagai proses membangkitkan gerak dalam diri individu untuk melakukan atau berbuat sesuatu guna mencapai suatu tujuan mempunyai tiga fungsi yaitu, menggerakkan, mengarahkan, dan menyeleksi perbuatan individu. (1) motivasi menggerakkan individu untuk berbuat guna mencapai suatu tujuan, (2) motivasi mengarahkan perbuatan individu kepada pencapaian tujuan, dan (3) motivasi menyeleksi perbuatan individu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Jadi, motivasi sangatlah penting untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran.


