Assessment Portofolio

Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik.

“Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam intraksi dengan lingkungannya.” (Slameto, 2003:2).

Keberhasilan dalam proses belajar mengajar tidak terlepas dari kesiapan peserta didik dan kesiapan pengajar (guru). Peserta didik dituntut mempunyai motivasi dan minat terhadap pelajaran matematika. Demikian pula pengajar dituntut menguasai materi yang akan diajarkan serta mampu menarik minat siswa untuk belajar. Tapi kenyataannya, sekarang ini motivasi dan minat belajar matematika siswa masih kurang.

Mappaita Muhkal (1998:35) motivasi sebagai proses membangkitkan gerak dalam diri individu untuk melakukan atau berbuat sesuatu guna mencapai suatu tujuan mempunyai tiga fungsi yaitu, menggerakkan, mengarahkan, dan menyeleksi perbuatan individu. (1) motivasi menggerakkan individu untuk berbuat guna mencapai suatu tujuan, (2) motivasi mengarahkan perbuatan individu kepada pencapaian tujuan, dan (3) motivasi menyeleksi perbuatan individu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Jadi, motivasi sangatlah penting untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Meninggalkan komentar

Refleksi atas Sift Oriented (Blog)

Teringat sebulan yang lalu ketika hati berniat menyalur darah kepada yang butuh. Hari ini tepat sebulan up-date Blog ini. sayangnya sift oriented!, kini referensi ilmiah berbau riset atau observasi ataupun survey sumber daya alam telah aus termakan nafsu yang memalas setiap harinya. Banyak sih ide riset yang telah pernah ada dalam benak, hanya ide yang tak terikat oleh tulisan itulah yang kemudian kita sepakati sebagai “lupa”. Makanya sangat penting menulis sebagai pengikat ilmu, keraguan akan tulisan adalah kewajaran.

Beberapa minggu terakhir, blog yang tak rampung desain-nya ini telah jauh berkurang pengunjungnya. Kasihan juga, padahal misi besar pembuatan blog ini adalah sharing dan diseminasi ilmu pengetahuan terutama bidang riset. Bidang yang semakin hari semakin sedikit saja orang yang tertarik meliriknya. kemungkinan besar hanya oleh kalangan mahasiswa tingkat akhir yang terikat oleh kurikulum untuk melakukan sebuah riset sebagai syarat sempurna proses berkuliah seorang mahasiswasebelum akhirnya menjadi seorang sarjana.

Kini empat tulisan terakhir blog ini telah jauh menyimpang dari tema besar itu.  Orientasi bergeser, mengejar pengunjung. tapi tak jelas untuk apa pengunjung itu. padahal kuantitas yang ditunjukan dan dikategorikan sebagai pengunjung itu belum tentu membaca isi blog ini. terima kasih pada ingatan yang telah merefleksi ego ini.

Semoga tulisan selanjutnya adalah tulisan yang mengajarkan atau sekedar mengingatkan pada khasana penelitian.

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | Meninggalkan komentar

Donor Darah ke-10

Pagi tadi cukup cerah untuk merencanakan sesuatu. Rencana selalu yang terbaik tentunya. Hari ini sebenarnya adalah hari yang telah kurencanakan untuk donor darah di kampus. Iklan Donor Darah kampus yang sudah hampir seminggu termuat di koran lokal cukup sebagai pengingat dan penarik minat tentunya. Saya memang sudah menganggap Donor sebagai gaya hidup. Sudah 4 tahun rutin melakukan donor darah, sekurang-kurangnya 2 kali setahun, artinya kalau mau di total saya telah melakukan donor lebih dari 8 kali. Ya, memang menurut kartu kontrol darah saya, saya telah melakukan donor sebanyak 9 kali.

Sayangnya hari ini setelah saya cek kartu kontrol donor saya, ternyata range waktu untuk melakukan donor belum sampai. Normalnya kata petugas tadi, 75 hari setelah donor sebelumnya, katanya saya kurang 4 hari atau bari 71 hari setelah donor saya. Padahal sebelum cek kartu kontrol ujung jari tengah saya telah sedot darahnya sedikit untuk melihat kadar Hemoglobin atau biasa disingkat HB, tekanan darah saya juga telah masuk kategori normal menurut alat yang digunakan oleh petugas Donor, kalau tidak salah tadi menunjukkan angka 130/80. Berat badan juga telah telah lewat dari batas yang ditentukan, aturannya harus lebih dari 45 kg, sedangkan berat ba belum dan saya tadi menujuk angka 55 kg (bruto, karena aksesoris tidak saya lepas. termasuk, tas, hp, rim, jaket, sendal, dll)

Kecewa juga terhadap kondisi seperti ini. Tapi saya berterima kasih pada petugas Donor tadi, artinya petugas tadi sangat memperhatikan aspek keselamatan pendonor. Padahal tadi saya sudah sempat menawarkan diri untuk donor meskipun belum sampai 75 hari. tapi petugasnya tidak mau ambil resiko. Akhirnya donor darah ke-10 batal, dan harus menunggu 4 hari lagi.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Meninggalkan komentar

Hari Ini Pemuda Tertidur!

Menjelang senja, hujan turun membasuh wilayah selatan Kota Makassar, entah wilayah lain apakah air juga menetes dari langit sebagai berkah yang Allah siratkan kepada umat manusia. Pagi sampai siang hari, mentari begitu hangat menyapa kulit, mungkinkah sebagai suatu tanda hormat buat para pemuda ketika 83 tahun yang lalu menyerukan suatu semangat pemuda untuk bersatu dalam sebuah kolektifitas bernusa, berbangsa, dan berbahasa yang kemudian diperingati sebagai hari sumpah pemuda Indonesia.

Namun sepertinya simbol-simbol dari langit yang diperlihatkan oleh Sang Penguasa Jagad Raya, direspon dengan apatis oleh pemuda yang semestinya sejenak berfikir tentang nusa dan bangsa. Mungkinkah semangat itu telah menjelma menjadi sebuah mindset pemuda pelupa?, terutama untuk para mahasiswa yang sejatinya memikul semangat pemuda itu. Tak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa adalah human elemen paling potensial dalam upaya memajukan bangsa, karena dalam diam seorang mahasiswa tersimpan sejuta harapan bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa maju.

Kenyataan yang paling ironi menurutku adalah ketika pergerakan mahasiswa saat ini yang esensinya untuk memperlihatkan kebenaran (bukan kepentingan)  justru mendapat antipati, bukan simpati dari masyarakat yang seharusnya berada dibelakang gerakan itu. Karena yang menjadi objek dari pergerakan itu adalah masyarakat yang diperjuangkan hak dan kepentingannya.

Momentum sumpah pemuda adalah timing yang sangat tepat untuk memuhasabah pergerakan mahasiswa dalam upaya memperjuangkan kebenaran tanpa kehilangan spirit kepemudaan. Tidakkah juga terfikir bahwa untuk melakukan gerakan massive tetap membutuhkan simpati dari masyarakat?. Jangan sampai perjuangan yang mengatasnamakan rakyat itu ternoda oleh pola gerakan yang tidak kondisional.

Sejenak aku berfikir, pola itu tidaklah “salah”, tapi mungkin kurang bijak melihat kondisi dan mengambil “hati” rakyat (meskipun aku juga dulu beberapa kali ikut gerakan massive atas nama rakyat).  Formula gerakan yang bijak dan tetap memilki spirit perubahan adalah PR bersama para mahasiswa. Salah satu pola gerakan yang saat ini aku lihat dapat “berbuah” adalah gerakan literasi yakni gerakan baca tulis. Salah satu metode yang tidak hanya ada pada jaman sekarang, karena metode ini juga kuanggap “ampuh”  memperlihatkan bahwa kondisi yang dialami adalah sebuah masalah yang harus diatasi (mungkin oleh pemerintah). Apalagi saat ini, dijaman yang serba digital dan internet ini, semua menjadi mudah dan cepat untuk tersebar luas.

Hidup pemuda!!!

dan janganlah tidur melihat kondisi!!!

Kondisi membutuhkan perubahan!!

semoga lahir pemuda…amin…

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Mencari Hati Sehati

Malam belum begitu larut ketika lampu dari daratan Pulau Batam mencoba menyusup kecela kapal kami, Kapal KRI Makassar 590 milik TNI AL, sedang di sudut pandang kelopak mataku kerlap-kerlip lampu Singapura terlihat begitu kecil, ya mungkin karena dipengaruhi oleh jarak antara kedua objek yang coba untuk aku bandingkan. Jelaslah Kota Singapura yang disepanjang pengelihatanku terhadapnya hanya kulihat deretan gedung-gedung yang saling beradu kuat dan ketinggian untuk mencakar langit malam Galaksi Bimasakti.
Namun dibalik pandangan panjang mataku, jauh di tepi hatiku selalu muncul pertanyaan dalam hati kecil yang menghasut akal realistisku, senantiasa menyantolkan dengan kata dan pertanyaan “itu”. Tapi memang sangatlah wajar sebenarnya jika otak kiri dan kananku berpihak pada pilihan itu, pilihan untuk “mencari hatiku” yang telah lama tak bertuan dan asyik dengan kesendirian terdahsyat.
Hati sehati bukanlah perkara yang gampang untuk ditetapkan, meski banyak manusia pecinta menganggap bahwa kita harus cepat dalam menentukan pilihan dalam segala hal yang membutuhkan skill untuk memilih, padahal hidup ini adalah pertarungan pilihan-pilihan yang masing-masing memiliki konsekuensi. Sampai saat ini, diatas Kapal Perang TNI ini aku masih mengikrarkan separuh hatiku pada sebuah pilihan yang tak lasim oleh kebanyakan kaum pemerhati hati.
Maka sangatlah wajib bila pilihan itu harus tetap kuat dalam hatiku untuk membutuhkan bahwa hatiku mampu menjaga hati yang menurutku adalah hati yang sehati dengan hatiku.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | Meninggalkan komentar

Studi Rembesan Polutan Sampah Berdasarkan Metode Geolistrik Resistivitas di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Kota Makassar.

Persediaan air, baik air permukaan  maupun air tanah mempunyai peranan yang sangat penting sebagai sumber daya air baku untuk pasokan kebutuhan air bersih guna berbagai keperluan. Pemanfaatan tersebut cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan pertambahan jumlah penduduk serta pembangunan disegala bidang.
Meningkatnya kebutuhan air tersebut menjadikan air bawah tanah sebagai sumber alternatif untuk berbagai keperluan seperti air bersih untuk perkotaan, industri, irigasi, jasa dan sebagainya. Air bawah tanah yang semula merupakan barang bebas yang dapat digunakan dengan begitu mudahnya saat ini telah menjadi barang alternatif yang diperdagangkan seperti komiditi lainnya, bahkan dibeberapa daerah mempunyai nilai strategis.

  Air tanah merupakan sumber air tawar yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan  pertanian dan konsumsi manusia, hewan serta tanaman yang jumlahnya mencapai 34,88% dari seluruh air yang ada di bumi. Saat ini karena semakin menipisnya lahan pemukiman semakin banyak penduduk di kota-kota besar yang tinggal di daerah sekitar TPA. Beberapa diantaranya memanfaatkan air sumur sebagai sumber air minum. Hal ini dikarenakan  kebutuhan air bersih di daerah sekitar TPA biasanya tidak terjangkau pelayanan yang disediakan oleh pemerintah melalui Perusahaan Air Minum (PAM). Jika terjadi pencemaran air tanah akibat  meresapnya air lindi yang berasal dari pembusukan sampah, maka hal ini bisa menjadi penghambat bagi kelangsungan hidup penduduk sekitar TPA tersebut. Oleh karena  itu perlu adanya tindakan untuk mengatasi permasalahan  tersebut.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa merupakan salah satu contoh TPA yang menerapkan sistem controlled landfill. TPA ini merupakan satu-satunya TPA yang berada di dalam  kota Makassar. Layanan TPA ini mencakup seluruh sampah yang ada di dalam kota dan sekitarnya. Sampah  yang dibuang di tempat ini kebanyakan adalah sampah organik yang berasal dari pasar-pasar. Hal ini menyebabkan sampah lebih cepat membusuk dan menghasilkan polutan yang dapat mencemari air tanah.

Lindi atau polutan sampah diketahui mempunyai konduktivitas yang berbeda dengan air tanah. Menurut hasil penelitian yang dilakukan beberapa peneliti sebelumnya, menunjukkan bahwa polutan ini mempunyai konduktivitas yang lebih tinggi dari pada air tanah. Dengan demikian nilai resistivitas polutan ini lebih rendah dari pada air tanah. Menurut Loke (1997)  resistivitas air bersih (fresh) adalah antara 10-100 Ώm. Berdasarkan sifat inilah bisa dilakukan penelitian untuk mengetahui letak akumulasi rembesan polutan cair di sekitar TPA dengan memanfaatkan perbedaan resistivitas tersebut. Metode yang biasa digunakan  adalah metode geolistrik resistivitas. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

SISTEM DRAINASE 2 MUSIM ; Upaya Penanggulangan Banjir Sekaligus Sumber Energi Terbarukan

Letak geografis Indonesia menyebabkan wilayah Indonesia memiliki iklim muson, yang berpengaruh terhadap perubahan musim di Indonesia. Perubahan musim di Indonesia terjadi dari musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan yang berlangsung mulai dari bulan Oktober sampai bulan April dan musim kemarau yang berlangsung dari bulan November sampai bulan Maret.

Musim ini tak terkecuali kepada Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar. Dampak yang ditimbulkan dari kedua musim tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat kota Makassar.

Musim hujan yang berpotensi menimbulkan musibah banjir, sedangkan musim kemarau yang justru rawan menimbulkan problematika pemadaman bergilir di kota Makassar. Kedua dampak yang ditimbulkan oleh musim ini dapat ditarik kesimpulan bahwa bencana banjir yang terjadi di kota Makassar adalah akibat banyaknya debit air yang jatuh dari langit serta meningkatnya air limbah rumah tangga tetapi tidak tersalurkan atau teralirkan dengan baik ke Daerah Aliran Sungai (DAS) ataudengan kata lain aliran air tersumbat di daerah Drainase (saluran air) yang diakibatkan oleh menyempitnya saluran oleh sampah dan kurang bagusnya kontruksi bangunan drainase tersebut. Sedangkan pemadaman bergilir yang seringkali muncul sebagai ancaman ketika musim kemarau dapat disimpulkan bahwa problem ini justru lahir karena sedikitnya debit air yang tersedia di daerah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menjadi suplai listrik di Kota Makassar.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , , , | 5 Komentar